Asal mula terjadinya dosa ialah di sorga, sewaktu Lucifer berniat untuk berkuasa dan menggantikan Allah. Dia hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi. Lucifer adalah gambar dari kesempurnaan, penuh hikmat dan maha indah. Dia tak bercela dalam tingkah lakunya sejak hari penciptaannya sampai terdapat kecurangan padanya, yaitu keinginan untuk menjadi Allah. 

Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu. Yehezkiel 28:15

Itulah sebabnya Lucifer dibuang ke bumi. 

Setelah Allah menciptakan Adam menurut gambar dan rupa Allah, ditempatkannya dia di taman Eden bersama-sama Hawa istrinya, yang diambil Allah dari Tulang rusuknya. Ular datang menggoda dengan mengatakan kepada perempuan itu bahwa pada waktu dia memakan buah  dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, matanya akan terbuka dan dia akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat. 

Hal tersebut sangat menarik hati perempuan itu sebab memberi pengertian. Perempuan itu mengambil dan memakan buah dari pohon tersebut, lalu memberikannya kepada suaminya dan suaminya pun memakannya. Dengan jalan ini manusia telah mewarisi dosa yaitu ingin menjadi seperti Allah. 

Masa perjanjian lama adalah masa di mana Allah berbicara dalam pelbagai cara dengan perantaraan nabi-nabi. Sedangkan masa perjanjian baru adalah masa di mana Allah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, Yesus Kristus, yang telah ditetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada, dan dilanjutkan oleh Roh-Nya sendiri ( Yohanes 16:12-13 ). 

Perjanjian baru diadakan karena perjanjian perjanjian sebelumnya yaitu Perjanjian Lama telah gagal, telah menjadi tua dan usang, sebab umat Allah tidak setia kepada perjanjian tersebut dan Allah pun menolak mereka. ( Ibrani 8:8-9 ) 

"Masih banyak hal yang harus Ku katakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang akan datang. " ( Yohanes 16:12-13 ). 

Oleh karena kejatuhan Adam dalam dosa, maka semua orang menjadi budak dosa. 

Sejak awal kehadiran-Nya di muka bumi sampai akhirnya mati di kayu salib, Tuhan Yesus telah menggenapi seluruh kehendak Allah. Dengan karya salib-Nya, Yesus telah menebus manusia dari dosa, sehingga orang-orang yang percaya terlepas dari perbuatan dosa. 

Orang yang percaya kepada Yesus tidak akan haus lagi. Orang yang datang kepada Yesus tidak akan lapar lagi. Orang-orang ini tahu apa yang menjadi kehendak Allah, karena Kehendak Allah sudah ditaruh dalam akal budi mereka dan ditulis dalam hati mereka. 

Orang-orang yang berhubungan dengan Allah berdasarkan perjanjian baru adalah orang perjanjian baru. Perlu diketahui bahwa Alkitab adalah buku rohani, maka Alkitab berbicara tentang perkara Rohan, sekalipun kelihatannya berbicara tentang tindakan-tindakan lahiriah. Perkara lahiriah yang tertulis di Alkitab, ialah akibat dari sikap hati. Demikian pula dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan Yesus adalah perkara Rohan. 

Allah adalah Kasih, dan Tuhan Yesus adalah pribadi kasih. 

Kasih adalah kegenapan Perjanjian baru.